BANTUL - Keprihatinan terhadap warga yang mengalami krisis air bersih, menginspirasi 11 pasang pengantin dalam acara nikah bareng di Bantul. Uniknya, masing-masing pasangan menjadikan satu truk tangki air bersih sebagai mahar.
Nikah bareng yang digelar Forum Taaruf Indonesia (Fortais), bekerja sama dengan KUA Sewon, Bantul ini dilaksanakan di atas truk tangki yang telah dipenuhi air bersih.
Satu per satu pasangan pengantin menaiki truk, dan melaksanakan ijab kabul di hadapan penghulu. Para pengantin mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 11 pasangan terpilih dari sekitar 400 pendaftar, dan mengikuti pernikahan secara gratis. Sebagian di antaranya bertemu melalui program pencarian jodoh "Golek Garwo".
“Kami ingin mengajak seluruh manten untuk bisa selain menikah diatas tangki air, juga mendonasikan tangki air tersebut untuk bencana kekeringan di DIY, jadi maharnya adalah seperangkat alat sholat, cincin kawin, dan satu tangki air yang disedekahkan untuk membantu masyarakat yang kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga ini bisa menjadi gerakan di saat mereka berbahagia mereka masih peduli untuk sesama” ujar Ryan Budi Nuryanto selaku Ketua Fortais.
Salah satu peserta, Agus Triyansah, warga Boyolali, Jawa Tengah, menikah dengan Ayu Anitasari, warga Sewon, Bantul. Keduanya mengaku merasa cocok meski baru tiga hari saling mengenal sebelum memutuskan menikah.
“Mencari pasangan hidup dan ingin mempunyai masa depan yang cerah. Karena sudah cocok dan sefrekuensi, dia itu tipe aku banget” ujar Agus Triyansah dan Ayu Anitasari selaku pasangan pengantin.
Penyelenggara berharap konsep nikah bareng ini dapat menumbuhkan kepedulian para pengantin dan keluarga terhadap dampak kekeringan.
Usai acara, 11 truk tangki hasil donasi para pengantin langsung didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan, di antaranya Pundong dan Imogiri, Bantul, serta sejumlah wilayah di Gunungkidul.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish
