Kulon Progo - Sebanyak 16 unit truk tangki air bersih dilepas dari Mako Polres Kulon Progo untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih. Penyaluran dilakukan secara serentak menyasar sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kapanewon Pengasih dan Kokap.

Program bantuan air bersih dari Mako Polres Kulon Progo ini akan terus digulirkan ke enam kapanewon dan 18 kalurahan yang mengalami krisis air bersih. Diperkirakan sekitar 4.500 warga akan menerima manfaat dari bantuan air bersih tersebut.

“Penyaluran air bersih bersama-sama untuk ke seluruh kapanewon dan kalurahan yang membutuhkan.  Jadi dengan harapan bahwa penyaluran air bersih ini bisa membantu masyarakat bisa mendapatkan air yang bersih. Tadi juga kita bisa lihat bahwa ada mobil water treatment, yang di mana di situ air kotor nanti bisa berubah langsung menjadi air yang bisa langsung di minum, nanti bisa dirasakan oleh masyarakat, dan bisa di ambil nanti oleh masyarakat,” ujar AKBP Ridho Hidayat selaku Kapolres Kulon Progo.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengapresiasi dukungan Polres Kulon Progo dalam menangani dampak kekeringan. Menurutnya, penyaluran air bersih ini menjadi bantuan nyata bagi masyarakat yang mengalami krisis air.

“Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, seluruhnya ini adalah komunitas. Kita berharap dan ini kita melakukan aksi nyata terhadap masyarakat yang mengalami kekeringan, seperti tadi yang disampaikan Bapak Kapolres, bahwa ada enam kapanewon atau ada enam kecamatan dan 18 kalurahan, dan sekitar 4.500 yang membutuhkan air di wilayah Kabupaten Kulon Progo,” ujar Ambar Purwoko selaku Wabup Kulon Progo.

Salah satu lokasi penyaluran berada di Padukuhan Watubelah, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih. Dukuh Watubelah, Sutatik, menyebut dari 108 kepala keluarga di wilayahnya, sekitar 33 kepala keluarga terdampak langsung.

“Mengalami kesulitan air, Pak. Sudah berapa bulan ya ini, antara sekitar tiga bulanan. Lumayan lama, jadi khusus warga RT 45 ini memang sulit air. Dulunya ada dua bor ya, tapi gagal. Karena waktu itu waktu menge-bor nya pas musim hujan,” ujar Sutatik selaku warga Dukuh Watubelah.

Kondisi ini terjadi karena sumur yang selama ini menjadi sumber air warga mengering saat musim kemarau. Penyaluran air bersih pun menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Reporter: Bagas RBTV

Penyunting Artikel: Zahra