SLEMAN - Usia lanjut tak menjadi penghalang untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama. Sebanyak 47 lansia diwisuda dari Pesantren Lansia Taman Surga Masjid Al-Hidayah, Murangan Tujuh, Triharjo, Sleman.

Sebanyak 47 lansia jamaah Masjid Al-Hidayah Murangan Tujuh, Triharjo, Sleman, diwisuda dari Pesantren Lansia Taman Surga. Wisuda dilaksanakan di rumah Dinas Bupati Sleman hari Minggu kemarin.

Program ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan memperdalam ilmu agama tetap tumbuh di usia senja. Para peserta mendapatkan bimbingan membaca Al-Qura’an, memperbaiki bacaan dan gerakan salat, serta mendalami nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Direktur Pesantren Lansia Taman Surga Al-Hidayah, Muh Muslim, menyebut dari 47 lansia yang diwisuda, sebanyak 24 orang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran dengan capaian yang membanggakan

“Kami awalnya merasa kesulitan. Ternyata lansia itu kita tidak bisa dipungkiri, lansia adalah usia yang semakin menurun. Angka menurun ini seperti kita membina anak-anak yang terkadang ada yang cemburuan, kadang ada yang butuh kesabaran. Disini ada seni tersendiri, dan kami menanamkan pada guru-guru, ustaz-ustaz kami bahwa bersabarlah ketika kita mendidik dan membimbing, serta kita juga berikan pelajaran kepada mereka,” ujar Muh Muslim selaku Direktur Pesantren Lansia Taman Surga Al-Hidayah.

Muh Muslim menjelaskan rata-rata peserta yang tekun belajar dapat mulai membaca Al-Qur’an dalam waktu sekitar tiga bulan. Ke depan, pihak pesantren juga berencana melanjutkan pembelajaran ke tingkat berikutnya serta membuka kesempatan bagi masjid-masjid lain yang ingin mengembangkan program serupa.

Semangat belajar tersebut juga dirasakan Baryadi, salah satu peserta wisuda. Ia mengaku mulai belajar membaca Al-Qur’an dari nol karena sebelumnya belum memiliki kesempatan belajar secara memadai akibat kesibukan bekerja.

“Ya senang sekali, alhamdulillah bisa ikut ngaji di sini. Dulu belum bisa ngaji, dari nol mengenal huruf hijaiyah sekitar satu bulan, kemudian belajar merangkai huruf sampai dua atau tiga bulan sudah bisa membaca meskipun masih terbata-bata, dan sekarang alhamdulillah sudah agak lancar,” ujar Baryadi selaku Peserta.

“Sudah bisa dan lancar membaca. Dulu belum istikamah dan belum rutin membacanya. Kalau sekarang, setiap habis salat dan setiap mau tidur berusaha untuk selalu mengawali dengan membaca Al-Qur’an dan menutup hari kita dengan membaca Al-Qur’an,” ujar Murati selaku Peserta.

Kegiatan ini dihadiri Plt. Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Melalui program pesantren lansia, diharapkan semakin banyak warga usia lanjut yang memperoleh kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta menjalani masa senja dengan lebih tenang dan penuh makna.

 

Reporter: Widi RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani