KULON PROGO - Sebanyak 90 sekolah di Kulon Progo serentak menggelar Pemilihan Ketua OSIS atau Pemilos 2026. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi demokrasi bagi siswa, sekaligus mengenalkan proses pemilihan pemimpin secara langsung melalui sistem digital.
Pemilos yang digelar sejak 2020 ini pada tahun ini melibatkan 29 SMA sederajat dan 61 SMP sederajat, dengan total Daftar Pemilih Tetap sekitar 29 ribu siswa. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar 25 ribu pemilih.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyebut Pemilos menjadi pembelajaran demokrasi sejak dini. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami proses demokrasi dan memiliki bekal untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum di masa mendatang.
"Jumlah dari partisipannya cukup bagus, 90 sekolah terdiri dari 29 SMA dan 61 SMP. Memang mengalami penurunan disaat Pemilos, akan tetapi waktu itu dilakukan pada saat COVID-19. Ini saya berharap bukan menurun, melainkan sesuatu hal yang memang terjadi di beberapa sarana dan prasarana yang jejaring internetnya belum kuat" ujar Agung Setyawan selaku Bupati Kulon Progo.
Kepala Kesbangpol Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun, menambahkan, Pemilos juga mengenalkan berbagai tahapan Pemilu, mulai dari mekanisme pemungutan suara hingga debat antarkandidat.
"Tujuannya tentu pembelajaran demokrasi. Anak-anak kita kenalkan dengan pemilihan umum, semua peralatan, tata cara, dan lain sebagainya, serta tahapannya. Tujuannya untuk membentuk karakter yang tidak anti terhadap demokrasi, kemudian meningkatkan nasionalisme, dan juga memahami cara memilih pemimpin yang baik itu seperti apa" ujar Pratiwi Ngasaratun selaku Kepala Kesbangpol Kulon Progo.
Di SMA Negeri 2 Wates, Pemilos diikuti 538 pemilih tetap dengan dukungan 25 anggota panitia. Pelaksanaannya menggunakan sistem e-Pemilos, dengan konsep budaya nusantara yang dikembangkan sesuai kreativitas sekolah.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Berita: Lindah
