SLEMAN - Belasan warga Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menggelar aksi di exit toll Banyurejo. Exit toll ini, menjadi pintu keluar dari jalan tol Jogja - Bawen.

Dengan membawa poster yang berisi penolakan rencana pengelola jalan tol Jogja - Bawen yang akan memasang pagar atau portal di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan keluar masuk tol Banyurerjo di Jalan Tempel - Seyegan sepanjang lebih dari 2 kilometer.

Pemasangan pagar besi ini atau portal tersebut, UMKM Banyurejo akan mati karena tidak bisa diakses oleh pengguna exit toll, menyulitkan akses warga ke lahan pertanian mereka yang ada di sekitar exit toll dan yang lebih parah akan mengurung warga, karena akses yang harus memutar jauh. 

“Memasang portal besi di lingkungan sepanjang exit toll Banyurejo, Sleman, Yogyakarta ini. Padahal dengan dipasangnya portal besi di lingkungan exit toll ini, benar-benar akan merugikan masyarakat disini. Karena dengan adanya portal besi itu, nanti UMKM warga akan terbunuh, akan mati sebelum berkembang. Karena bagaimana mungkin pengendara di jalan utama ini akan turun ke rumah-rumah yang mendirikan UMKM tapi diportal oleh pagar besi ini. Jadi untuk UMKM jelas akan mati sebelum berkembang” ujar Agus Wintolo selaku koordinator aksi.

Sebelumnya, warga sudah berusaha melakukan pendekatan dengan pengelola jalan tol. Namun, utusan warga tidak mendapat perhatian dan tidak ditemui oleh pengelola.

Warga berharap, mereka mendapat solusi terbaik untuk mengatasi hal-hal yang mereka khawatirkan.

 

Reporter : Widi RBTV

Penyunting Artikel : Danish