NAGOYA - Tim boccia Indonesia langsung menjalani latihan sekaligus menjajal venue pertandingan di Nagoya, Jepang. Mereka optimistis dapat mengamankan medali emas.
Sehari selepas kedatangan, tim boccia Indonesia langsung menggelar latihan di Nagoya City General Gymnasium.
Mereka memanfaatkan dua jam latihan untuk mengulang kembali materi latihan yang dijalani di Indonesia.
Setiap lemparan para atlet langsung dikoreksi lima pelatih yang mendampingi selama sesi latihan.
Tim boccia Indonesia menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) andalan untuk meraih banyak medali di Asian Para Games 2026 ini. Pelatih optimistis dapat meraih medali emas.
“Kita sudah biasa, sudah terlatih karena memang anak-anak tryout-nya memang supaya lima nomor ini kita bisa raih dengan maksimal, tidak ada beban. Memang kita tidak tekankan kepada anak-anak, yang penting kamu bermain dengan bagus dan fit karena demi bangsa dan negara. Karena Merah Putih itu luar bisa berkibar di Nagoya,” ujar Islahuzzaman Nur Yadin selaku Koordinator Pelatih Boccia Indonesia.
Sementara bagi para atlet, ini merupakan kesempatan yang mereka tunggu. Tak hanya bermain sebaik mungkin, namun juga berupaya keras mengharumkan nama Indonesia.
“Handayani berasal dari keluarga sederhana sih. Maksudnya selama ini sudah 7 tahun tinggalnya sama Bude, orang tua sudah tidak ada dari kecil. Biasa sekolah, kuliah. Ini luar biasa banget, ini tu kaya disampul atau apa, intinya keajaiban banget, hidup yang ajaib banget,” ujar Handayani selaku Atlet Boccia Indonesia.
Indonesia akan menghadapi negara-negara Asia lainnya dalam ajang ini. Untuk boccia, sejumlah atlet Singapura dan Thailand menjadi yang diperhitungkan.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
