Seni merias kuku atau nail art kini bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan telah bergeser menjadi simbol ekspresi diri dan bagian penting dari gaya berbusana harian. Memasuki era tren kecantikan yang makin eksploratif, nail art hadir dengan beragam teknik visual menarik mulai dari Cat-Eye Effect yang berkilau, aksen 3D Chrome yang futuristik, hingga teknik Clean Jelly Nails yang memberikan kesan segar dan alami.
Popularitas riasan kuku ini didorong oleh antusiasme Gen Z dan Milenial yang ingin tampil beda serta percaya diri (main character energy). Melalui unggahan di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest, ide-ide desain kuku unik dibagikan secara masif hingga menginspirasi anak muda untuk menjadikannya bagian wajib dari penampilannya saat acara formal, santai, maupun kebutuhan pemotretan.
Selain meningkatkan rasa percaya diri, fenomena ini juga memicu maraknya salon kuku lokal (nail studio) serta kreator press-on nails (kuku palsu tempel) yang menawarkan kepraktisan bagi pengguna berkegiatan padat.
Agar hasil nail art tetap tahan lama dan kuku asli tetap sehat, berikut beberapa langkah perawatan dasar yang bisa diterapkan:
- Pembersihan & Persiapan: Pastikan kuku dalam keadaan bersih dan kering dari minyak alami sebelum mengaplikasikan base coat.
- Penggunaan Kutikel Oil: Rutin mengoleskan pelembab atau cuticle oil di area sekitar kuku agar tidak kering dan tidak gampang mengelupas.
- Hindari Melepas Paksa: Jika menggunakan gel nail art, hindari mengelupas lapisan gel secara paksa agar plat kuku asli tidak menipis atau rusak.
Penulis Artikel: Purnasari Nuraini
