YOGYAKARTA -Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya mencegah stunting dengan memberikan bantuan langsung kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Pendampingan dilakukan dengan cara berkunjung ke rumah warga yang melibatkan beberapa instansi perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah setempat, serta kader masyarakat.

Kegiatan dilakukan setiap Jumat secara rutin  dengan mengunjungi keluarga yang memiliki anak yang rentan mengalami stunting. Selain memeriksa  kondisi anak secara langsung, petugas juga memberikan penjelasan mengenai pencegahan stunting dan menyerahkan makanan tambahan (PMT) berupa telur ayam dan susu.

Pada Jumat, 25 September 2026, petugas melakukan kunjungan ke warga di area Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Tiga keluarga yang memiliki anak berisiko stunting menerima kunjungan dari tim yang terdiri dari beberapa pihak terkait.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menyatakan kunjungan langsung sangat penting untuk memahami situasi keluarga dan anak secara menyeluruh.

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya tentang dengan mengonsumsi makanan yang cukup. Faktor lain, seperti edukasi keluarga, kondisi lingkungan, dan usia perkawinan juga dapat berpengaruh risiko stunting.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyampaikan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Yogyakarta mencapai 8,25 persen, angka stunting baru berada di sekitar 0,4 persen.

Pencegahan stunting dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Upaya tersebut mencakup pemberian tablet tambah darah kepada remaja perempuan, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, ibu hamil, dan pemantauan kesehatan anak setelah lahir.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta juga menganjurkan orang tua yang memiliki bayi dan balita ke posyandu. Pemeriksaan dan pengukuran pertumbuhan secara rutin bisa membantu mendeteksi risiko gangguan pertumbuhan awal.

Dengan memberikan bimbingan langsung di tingkat keluarga, Pemerintah Kota Yogyakarta mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memenuhi kebutuhan gizi, cara merawat anak, serta pengawasan pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai bagian dari upaya mencegah stunting. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mencegah munculnya kasus stunting baru di Kota Yogyakarta.

 penulis artikel: Kirani