YOGYAKARTA - Cuaca panas yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Selain menimbulkan rasa gerah dan tidak nyaman, paparan panas berlebihan juga dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke yang mengancam jiwa.
Risiko gangguan kesehatan akibat panas perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari bekerja di luar ruangan, seperti pedagang, pekerja lapangan, pengemudi ojek, dan pengendara sepeda motor.
Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai adalah dehidrasi, yaitu kondisi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada cairan yang masuk. Kondisi ini dapat ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, sakit kepala, pusing, hingga tubuh terasa lemas.
Jika paparan panas terus berlangsung, seseorang juga dapat mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Gejalanya meliputi keringat berlebihan, kulit terasa dingin dan lembap, mual, pusing, kelemahan, serta detak jantung yang meningkat.
Ketika gejala tersebut muncul, masyarakat disarankan segera menghentikan aktivitas, berpindah ke tempat yang lebih sejuk, melonggarkan pakaian, dan melakukan pendinginan tubuh. Jika masih sadar penuh dan mampu menelan dengan aman, penderita dapat diberikan air minum sedikit demi sedikit.
Selain dehidrasi dan kelelahan akibat panas, masyarakat juga perlu mengenali heatstroke atau sengatan panas. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengendalikan kenaikan suhu internal sehingga dapat mengganggu fungsi otak dan organ lainnya.
Tanda bahaya heatstroke antara lain kebingungan, perubahan perilaku, bicara tidak jelas, berjalan sempoyongan, kejang, hingga penurunan kesadaran. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera dan tidak boleh ditangani hanya dengan perawatan mandiri di rumah.
Apabila menemukan seseorang yang mengalami gejala tersebut setelah terpapar panas, segera hubungi layanan darurat medis. Pindahkan orang tersebut ke tempat yang lebih sejuk dan lakukan pendinginan tubuh sambil menunggu bantuan. Jangan memberikan minuman kepada orang yang mengalami kebingungan berat, kejang, atau penurunan kesadaran.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, masyarakat dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan dengan minum secara teratur, mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman, serta mengurangi aktivitas fisik berat ketika suhu lingkungan tinggi.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat sebaiknya memilih waktu yang lebih sejuk, beristirahat di tempat teduh, dan memperhatikan kondisi tubuh. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis juga perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat lebih rentan terhadap dampak panas.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan, masyarakat diharapkan tetap dapat beraktivitas dengan aman di tengah cuaca panas. Jangan mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan, terutama ketika tubuh mulai terasa sangat lemas, pusing, atau mengalami perubahan kesadaran.
PENULIS ARTIKEL : DYNA MULIA SAFITRI

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai