YOGYAKARTA - Paparan sinar matahari yang terasa makin menyengat di wilayah Yogyakarta selama musim kemarau ini menjadi perhatian serius bagi kesehatan kulit. Tingginya intensitas sinar ultraviolet (UV) saat siang hari membuat penggunaan tabir surya sunscreen bukan lagi sekadar pelengkap perawatan wajah, melainkan kebutuhan proteksi harian yang utama.
Aktivitas luar ruang yang padat di kalangan mahasiswa dan warga mobilitas tinggi menuntut perlindungan ekstra dari bahaya radiasi sinar UV-A dan UV-B. Sinar UV-A dapat menembus lapisan kulit dalam yang memicu penuaan dini dan flek hitam, sementara UV-B menjadi penyebab utama kulit terbakar sunburn. Para ahli kesehatan kulit menyarankan penggunaan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA+++ yang diaplikasikan ulang setiap dua hingga tiga jam sekali, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di jalanan.
Penggunaan sunscreen secara konsisten menjadi langkah preventif paling efektif untuk menjaga kesehatan jaringan kulit jangka panjang. Dengan perlindungan yang tepat, warga dan wisatawan dapat tetap menjalankan aktivitas harian di tengah cuaca panas Jogja tanpa khawatir akan dampak buruk paparan sinar matahari.
Penulis Artikel: Lindah