KOTA YOGYAKARTA - Desainer muda asal Yogyakarta, Sarah Azzahra, berhasil menembus tiga besar kurasi region tujuh Fatmawati Trophy, di Semarang, Jawa Tengah.
Membawa karya bertajuk "Sumbu Kartika", desainer muda asal Yogyakarta, Sarah Azzahra, akan mewakili DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam ajang Fatmawati Trophy tingkat nasional, di Bali pada Oktober mendatang.
"Sumbu Kartika" memadukan filosofi akar, nyala dan cahaya dengan motif batik nitik khas Yogyakarta. Karya ini tidak hanya menonjolkan estetika busana, tetapi juga mengangkat sejarah dan kearifan lokal.
Meski hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan karya, Sarah berhasil menyisihkan peserta lain dan lolos ke babak nasional.
“Namanya Sumbu Kartika, dimana itu adalah filosofi dari DIY, untuk temanya ada akar, nyala dan juga cahaya, dimana untuk desain batiknya sendiri saya buat pantulan-pantulan cahaya yang nantinya bisa bercahaya seperti Ibu Fatmawati, dan juga untuk kain batiknya yang saya bawa semalam itu adalah batik nitik yang memang digunakan khusus batik DIY yaitu batik geografis yang memang seperti titik-titik memang khasnya dari DIY sehingga itu benar-benar merepresentasikan dari DIY dan juga Ibu Fatmawati harapannya” ujar Sarah Azzahra selaku desainer.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menilai prestasi ini membuktikan generasi muda mampu berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional jika diberikan ruang dan kesempatan.
“Sehingga saya kemarin berpesan kepada teman-teman yang mengikuti lomba, hikmati bagaimana Ibu Fatmawati ini menjahit bendera merah putih, sehingga setiap langkah pada saat ikut lomba itu adalah langkah Ibu Fatmawati, langkah Bung Karno, langkah Bung Hatta didalam memerdekakan Republik Indonesia, sehingga dalam posisi yang semangat dan bersinar, itu yang menurut saya penting. Sehingga tidak semata-mata tentang desain busananya seperti apa, tetapi ini tentang bagaimana hati ini bergerak seperti Ibu Fatmawati” ujar Eko Suwanto selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.
Menjelang kompetisi nasional di Bali, karya "Sumbu Kartika" akan terus disempurnakan. Ajang ini diharapkan tak hanya menjadi wadah prestasi, tetapi juga mendorong generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, budaya, dan industri fesyen di Yogyakarta.
Reporter : Agung RBTV
Penyunting Artikel : Danish
