YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperkuat langkah pencegahan penyakit campak menyusul ditemukannya kasus penularan di sejumlah wilayah. Upaya pencegahan dilakukan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi sebagai respons terhadap peningkatan penularan penyakit.

Kegiatan ORI telah dilaksanakan di kawasan Kotagede dan Wirobrajan. Di Kotagede, imunisasi menyasar salah satu taman kanak-kanak tempat ditemukannya kasus campak. Sementara di Wirobrajan, intervensi imunisasi dilaksanakan sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026. Dinkes menjelaskan bahwa ORI dapat diberikan kepada sasaran yang memenuhi kriteria di wilayah penularan tanpa memandang riwayat imunisasi sebelumnya.

Data Dinkes Kota Yogyakarta mencatat terdapat 372 suspek campak selama periode Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 kasus dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Namun, tren bulanan kasus suspek maupun kasus positif menunjukkan penurunan.

Penularan campak terjadi melalui percikan droplet atau kontak langsung dengan penderita. Gejalanya meliputi demam dan timbulnya ruam bintik merah yang dapat disertai batuk, pilek, serta mata merah. Selain anak-anak, orang dewasa juga berisiko terinfeksi dan memerlukan perawatan di rumah sakit pada kondisi tertentu.

Dinkes Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi anggota keluarga sesuai jadwal, mengisolasi diri atau menggunakan masker saat mengalami gejala, serta segera mendatangi puskesmas jika menemukan indikasi penularan campak.

Penulis Artikel: Lindah