YOGYAKARTA - Peralatan pembersih dapur seperti sponge cuci piring merupakan benda yang paling sering berkontak langsung dengan sisa-sisa makanan dan air setiap hari. Tanpa disadari, kondisi sponge yang terus-menerus lembap menjadi tempat berkembang biak yang sangat ideal bagi ribuan bakteri pemicu penyakit. Kesadaran untuk merawat dan mengganti sponge secara berkala sangat penting untuk menjaga higienitas peralatan makan keluarga.
Kebiasaan membiarkan sponge tergeletak basah di dalam wadah sabun setelah digunakan merupakan kekeliruan yang sering terjadi di banyak dapur rumah. Sponge yang tidak dikeringkan secara sempurna akan menimbulkan bau apak yang menyengat serta memindahkan bakteri ke permukaan piring dan gelas yang dicuci. Membilas sponge hingga bersih dan meremasnya sampai kering wajib dilakukan selesai mencuci piring.
Proses sanitasi sponge secara mingguan dapat dilakukan dengan merendamnya di dalam air panas bercampur cairan disinfektan atau memanaskannya singkat di dalam oven gelombang mikro. Langkah pemanasan ini efektif membunuh sebagian besar bakteri dan kuman kuman yang terperangkap di dalam serat spons. Penyimpanan sponge di atas rak gantung berlubang memastikan sirkulasi udara mengeringkannya secara cepat.
Penggantian sponge dengan yang baru idealnya dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali, atau lebih cepat jika bentuknya sudah rusak dan menipis. Penggunaan sponge yang sudah tua dan kusam tidak lagi efektif dalam menggosok lemak dan kotoran membandel di wajan. Beli stok sponge baru secara berkala merupakan investasi murah demi menjaga kesehatan pencernaan seluruh anggota keluarga.
Kebersihan peralatan dapur yang terjaga dengan baik mencegah terjadinya kontaminasi silang bakteri ke dalam makanan yang disajikan. Kedisiplinan dalam merawat sponge cuci piring mendukung terciptanya lingkungan dapur rumah tangga yang higienis.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina
EFEKTIVITAS MEMBERSIHKAN SPONGE CUCI PIRING SECARA BERKALA

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.