SLEMAN - Dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Adisucipto Yogyakarta membatalkan sejumlah penerbangan tujuan Jakarta. Sedikitnya enam penerbangan tujuan Halim Perdanakusuma dibatalkan pada Senin, dengan alasan keamanan dan keselamatan.
Pembatalan penerbagan tujuan Jakarta dilakukan sejak Senin pagi, menyusul kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah bandara di Jakarta. Meski demikian, Bandara Adisucipto tetap beroperasi karena sejumlah rute lain masih dinyatakan aman dari abu vulkanik.
Penerbangan tujuan Surabaya dan Bali masih dilayani. Sementara penumpang yang penerbangannya dibatalkan akan mendapatkan pengembalian uang pembelian tiket secara utuh.
“Selain Cengkareng, Halim pun tutup sampai pagi ini, bahkan baru saja ada informasi sampai 18.00. Tapi tentunya kami tetap berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholder terkait untuk penanganan pengguna jasa yang ter-cancel. Dari bandara kita tetap menyediakan dan mempersiapkan teman-teman inspektor terminal, kemudian customer service dan avsec untuk tetap menerima apabila ada penumpang yang belum ter-info dari maskapai” ujar Wibowo Cahyono Soekadi selaku Manager Bandara Adisucipto.
Pihak bandara juga terus berkomunikasi dengan para pengguna jasa untuk menyampaikan informasi terkait pembatalan penerbangan.
“Penerbangan diperpanjang sampai jam enam sore, jadi tiketnya direffund full. Hari ini harusnya jam 19.45 naik pesawat FlyJaya. Kalau kereta ke Jakarta biasanya tidak bisa dadakan karena selalu penuh, mungkin cari alternatif lain mungkin antara kereta atau bus” ujar Okto selaku calon penumpang dari Yogyakarta.
Selain itu, pihak bandara telah melakukan pemeriksaan abu vulkanik atau proper test, baik di area bandara maupun badan pesawat. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, maupun abu vulkanik Gunung Merapi yang belakangan juga mengalami erupsi.
Reporter : Widi
RBTV
Penyunting Artikel : Danish
