Sragen, Jawa Tengah - Festival Tayub Sragenan digelar di Pasar Bahulak, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, hari Minggu kemarin. Kegiatan ini sekaligus menandai enam tahun berdirinya pasar tradisional yang mengusung nuansa tempo dulu.
Tak hanya menjadi pertunjukan seni, Festival Tayub menjadi bagian dari konsep Pasar Bahulak yang memadukan tradisi, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar Bahulak mulai beroperasi pada 2020 dan menawarkan beragam pengalaman tradisional, mulai dari kuliner khas, permainan zaman dahulu, karawitan, hingga transaksi menggunakan koin berbahan tempurung kelapa.
Dalam setiap penyelenggaraan, aktivitas Pasar Bahulak turut menggerakkan perputaran ekonomi warga dengan nilai transaksi yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.
“Bersama dengan hari ulang tahun Pasar Bahulak ini, juga bersama dengan Hari Pariwisata Dunia. Harapan saya ketika ini Pasar Bahulak sudah mendapatkan Perda dari Bupati atau mungkin juga akan berkembang dari provinsi, sehingga nanti dari Surakarta akan sambung-bergayut menjadi daerah binaan,” ujar Dr. Eko Wahyu Prihantoro selaku Ketua Pelaksana Festival Tayub Pasar Bahulak.
Festival Tayub Sragenan kembali menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan pengembangan pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya baru sekali hadir di Pasar Bahulak. Sekali saya datang ke sini, luar biasa. Saya bangga, keadaan ini merupakan kegiatan positif yang kinerjanya bisa membangkitkan perekonomian desa, UMKM berkembang. Yang kedua untuk desa ini, tradisi kita, budaya kita, bisa kita ulih-ulih,” ujar Sriyanto Saputro selaku Anggota Komisi V DPR RI.
Dari Karungan, tradisi lokal tak hanya dipertahankan, tetapi juga dihidupkan melalui aktivitas wisata dan usaha warga.
Reporter: Heru Warsito RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
