BANTUL - Upacara adat Jawa tak hanya menjadi warisan budaya, namun juga berpotensi menjadi daya tarik wisata. Dengan kemasan yang menarik, upacara adat dapat menjadi wisata budaya, tanpa menghilangkan pakem yang ada.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul kembali menggelar festival upacara adat di Lapangan Kebonagung, Imogiri. Enam desa rintisan budaya dari wilayah barat, tengah, dan timur Bantul menampilkan berbagai upacara adat. 

Meski tetap mempertahankan pakem dan nilai religi, para peserta diberikan ruang untuk menambahkan koreografi. Hal ini agar upacara adat yang selama ini terkesan serius, dapat dikemas menjadi pertunjukan yang menarik bagi wisatawan.

Melalui festival ini, upacara adat diharapkan tak hanya menjadi seremoni budaya, tetapi juga menjadi suguhan wisata yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke desa.

Setiap peserta juga diwajibkan melibatkan generasi muda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, sekaligus memastikan tradisi upacara adat tetap dikenal dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

”Disini untuk melestarikan nilai-nilai filosofi kehidupan yang terkandung dalam berbagai upacara adat yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Harapannya upacara adat tidak hanya sekedar dikenal tapi juga tetap Lestari di masyarakat sampai dengan tingkat bawah” ujar Sarjiman selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan Bantul.

Reporter : Delly RBTV

Penyunting Artikel : Danish