Solo-Fraksi PKS DPRD kota Surakarta, Jawa Tengah, menyoroti dugaan adanya larangan mengenakan hijab, bagi calon peserta magang di Solo Safari. Mereka mengaku, sebelumnya menerima laporan dari salah seorang peserta magang.
Fraksi partai keadilan sejahtera, PKS, DPRD Kota Surakarta, menemui manajemen Solo Safari. Kedatangan mereka untuk, meminta klarifikasi terkait, dugaan adanya larangan, mengenakan hijab, bagi karyawati.
Ketua Fraksi PKS, Sugeng riyanto mengatakan, pihaknya mendapat laporan, dari salah satu warga, yang mengikuti program magang hub, kementerian ketenagakerjaan, di Solo Safari.
Peserta magang tersebut mengaku, mendapat informasi saat wawancara, bahwa karyawati di Solo Safari, tidak diperkenankan mengenakan hijab.
“Kemudian pihak manajemen taman safari menyampaikan bahwa tidak memperkenankan karyawatinya untuk mengenakan hijab tentu saja, yang mengadu pada kami itu, merasa sangat kecewa. Karena kok masih ada aturan semacam itu di Indonesia. Kami medapatkan laporan itu kami datang kesini, unklarifikasi benar tidak ada regulasi semacam itu” ujar Sugeng Riyanto selaku Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta.
Sementara itu, Manajemen Solo Safari, membantah keras adanya kebijakan yang melarang penggunaan hijab di tempatnya.
“Di Solo Safari tidak memiliki ketentuan yang melarang karyawan untuk tidak mengenakan atribut keagamaan, termasuk hijab. Namun, kami tetap melakukan pengecekan informasi ini secara berkala, dan disampaikan tidak ada perbedaan antara apa yang saya sampaikan dengan yang ada di lapangan” ujar Miyana Harikna selaku General Manager Solo Safari.
Fraksi PKS, berencana akan menindak lanjuti aduan ini, di komisi DPRD Surakarta. Mereka juga akan melakukan koordinasi, dengan Dinas Tenaga Kerja Surakarta.
Reporter: Rizki Budi Pratama RBTV.
Peyunting artikel: Kirani
