KULON PROGO - Menjadi ajang pertemuan para inovator di bidang pertanian, Gebyar Inovasi Lumbung Mataram 2026 digelar di Jogja Agro Park  (JAP), Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo.

Gebyar Inovasi Lumbung Mataram 2026 diinisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menghadirkan berbagai produk pertanian hasil Kelompok Wanita Tani atau (KWT) serta Lumbung Mataram dari sejumlah wilayah di DIY.

Sebanyak 15 KWT dan perwakilan dari 10 dari 21 Kalurahan yang tergabung dalam fasilitas Lumbung Mataram turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Selain itu, terdapat 15 stan yang diisi komunitas, dunia usaha, Kalurahan, serta menampilkan inovasi pendidikan dan teknologi pertanian.

Berbagai kegiatan juga digelar, mulai perlombaan, gelar wicara, hingga penyaluran bantuan sarana pendukung pertanian.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kemandirian pangan melalui penguatan konsumsi pangan lokal dan peningkatan produksi.

Gelaran ini juga diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai inovasi masyarakat, memperluas pengetahuan dan jejaring, serta mendorong penerapan praktik pertanian yang baik.

“Merupakan salah satu cara untuk menceritakan tentang program-program yang ada di dinas, terutama yang menjadi arahan karangan berkegiatan. Dan hubungan ini di dinas pertanian, untuk menceritakan manfaat dari aktivitas di pertanian. Selain itu juga dengan adanya masalah di tingkatan dengan lahan yang terbatas, maka salah satu yang kita munculkan adalah inovasi untuk melakukan aktivitas di karangan yang begitu luas,” ujar Aris Eko Nugroho selaku Kepala DPKP DIY.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, turut mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Inovasi Lumbung Mataram 2026. Menurut Agung, kegiatan ini memberikan manfaat bagi Kulon Progo, sekaligus menjadi ajang pertemuan dan berbagi gagasan bagi para inovator di bidang pertanian.

“Akan banyak belajar bersama di Jogja Agro Park Kulon Progo. Ini merupakan suatu kebanggan kami, di mana akan berkumpul orang-orang hebat yang sangat peduli dengan pertanian dan pangan akan berkumpul di Kulon Progo. Terimakasih atas kepercayaannya dari Dinas Pertanian Provinsi. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat sinergi di antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Kapanewon, Kalurahan, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Agung Setyawan selaku Bupati Kulon Progo.

 

Reporter: Bagas RBTV

Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani