BANTUL - Gelombang laut tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di pantai selatan, menyebabkan abrasi dan kerusakan sejumlah bangunan di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul. Warga di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi laut kembali normal.

Gelombang tinggi disertai pasang menerjang kawasan Pantai Pandansimo, hingga memperparah abrasi yang telah terjadi. Bangunan yang berada di dekat bibir pantai kini semakin rawan terdampak gelombang.

 Terbaru, gelombang pasang pada Selasas pagi merusak tiga bangunan di dekat pantai. Berdasarkan pemantauan personel Pos AL Samas, kerusakan cukup parah, hingga pemilikk bangungan terpaksa meninggalkan lokasi.

Babinpotmar AL Samas, Peltu Marininr Yohanes Ari Prabowo mengatakan, Lanal Yogyakarta telah memberikan imbauan kepada masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan agar mewaspadai gelombang tinggi dan arus kuat. Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan aktivitas di kawasan pantai.

“BMKG sudah mengeluarkan peringatan sejak satu minggu yang lalu, akan ada gelombang tinggi, dan peringatan itu sudah disampaikan ke masyarakat, bahkan dari pihak TNI AL juga sudah menghimbau melalui pamflet untuk menjauhi bibir pantai karena memang fenomena angin yang besar menimbulkan ombak yang besar, dan ini kejadian di Pandansimo dengan ombak yang besar bisa menerjang bangunan sampai merusak beberapa bangunan fisik, termasuk sampai sejauh 100 meter dari pinggir Pantai” ujar Peltu Yohanes Ari Prabowo selaku Babin Pomal Posal Samas.

Abrasi yang terus terjadi membuat sejumlah bangunan semakin dekat dengan bibir pantai, sehingga potensi kerusakan masih dapat terjadi jika gelombang pasang kembali menerjang. Warga menyebut, gelombang tinggi kali ini termasuk yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.