KULON PROGO – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kulon Progo mengalami kenaikan. Cuaca panas dan serangan hama diduga menjadi penyebab menurunnya hasil panen petani. Kondisi ini berdampak pada penurunan penjualan pedagang hingga 40 persen.
Kenaikan harga cabai ini terjadi di antaranya di Pasar Bendungan, Kapanewon Wates. Salah satu pedagang, Yuni Yanti, menyebut kenaikan harga diduga berkaitan dengan berkurangnya hasil panen petani akibat cuaca dan serangan hama.
Cabai setan yang sebelumnya dijual sekitar 70 ribu rupiah per kilogram, kini mencapai 90 ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, cabai keriting dijual dengan harga berkisar 60 ribu hingga 80 ribu rupiah per kilogram.
Kenaikan harga tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat. Penjualan cabai yang biasanya mencapai tiga hingga empat kilogram per hari, kini turun menjadi dua hingga tiga kilogram. Secara keseluruhan, penjualan pedagang diperkirakan merosot 30 hingga 40 persen dibandingkan hari biasa.
“Harga cabai naik sangat tinggi. Cabai merah yang sebelumnya sekitar 50 hingga 60 ribu rupiah, sekarang mencapai 70 hingga 80 ribu rupiah per kilogram. Untuk cabai merah tampar yang berukuran kecil, harganya sekitar 70 ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, cabai setan yang sebelumnya dijual 60 hingga 70 ribu rupiah, sekarang mencapai 90 ribu rupiah per kilogram. Kebanyakan petani di sini mengalami gagal panen.” ucap Yuni Yanti selaku Pedagang.
Pedagang berharap pasokan cabai dan sayuran kembali normal sehingga harga di pasar lebih terkendali. Stabilitas pasokan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha pedagang sekaligus meringankan beban masyarakat sebagai konsumen.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.
