YOGYAKARTA - Keterjangkauan tarif bagi penumpang dan kepastian penghasilan bagi pengemudi, menjadi tantangan dalam industri transportasi daring. Menjawab persoalan tersebut, IndoDrive menggagas skema layanan berbasis biaya berlangganan, melalui forum kesepakatan tarif yang digelar di yogyakarta.
Forum kesepakatan tarif ini, mempertemukan perwakilan mahasiswa, komunitas pengemudi, dan organisasi transportasi untuk membahas model tarif yang dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang dan pengemudi.
Public Relations IndoDrive Yogyakarta, Julius Fery Pakpahan, atau akrab disapa Joe menyebut forum ini menjadi ruang dialog untuk merumuskan tarif dengan mempertimbangkan biaya operasional pengemudi, dan kemampuan ekonomi masyarakat.
"Jadi, di depan kita sudah buka, transparan, kita cari kesepakatan agar semuanya bisa tahu apa yang kita kerjakan. Kita nggak mengambil keputusan sepihak, kita balikin lagi ke elemennya si driver sama si pengguna jalan. Dalam hal ini, kita di-utilize sama masyarakat, karena kita tahu masyarakat itu di-utilize sama mahasiswa, yang keputusan yang bisa dikendalikan oleh ya di atas lebih berpihak kepada masyarakat" Ujar Julius Fery Pakpahan selaku Public Relations IndoDrive Yogyakarta.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah biaya berlangganan, sebagai alternatif potongan dari setiap transaksi. Dalam model ini, pembayaran perjalanan dilakukan langsung oleh penumpang kepada pengemudi. Sementara itu, biaya berlangganan bagi pengemudi disebut masih digratiskan selama tahap pengembangan ekosistem.
Dari sisi penumpang, keterjangkauan tarif menjadi perhatian utama, terutama bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi. Sedangkan bagi pengemudi, transparansi biaya dan kepastian penghasilan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
IndoDrive juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui layanan yang ramah, termasuk gagasan pemberian cashback bagi penumpang yang bersikap baik dan sopan.
"Kesepakatan
terutama mengenai tarif, kita tetap harus mengikuti ketentuan dari tarif pusat
maupun tarif dari Gubernur. Jadi tarif itu tetap dikisaran angka 4.000 - 6.500
per kilometernya. Harapannya, bagaimana dari driver akan menerima pendapatan
utuh dan tidak ada potongan sama sekali" Ujar Agus Arianto selaku Ketua
DPD ORASKI DIY
Reporter: Agung RBTV
Peyunting: Kirani Saragih
