BANTUL – Institut Seni Indonesia Yogyakarta merevitalisasi Kesenian Srandul Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Upaya ini dilakukan untuk melestarikan Warisan Budaya Takbenda berbentuk teater tradisional rakyat. Revitalisasi Kesenian Srandul Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, dilakukan dengan melibatkan pemain lintas generasi dari masyarakat setempat. Melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat, ISI Yogyakarta bekerja sama dengan tokoh seni budaya dan warga Kampung Bumen, Purbayan, untuk menghidupkan kembali kesenian yang telah menjadi identitas masyarakat setempat.
Ketua Pelaksana Program Inovasi Seni Nusantara ISI Yogyakarta, Danang Febriyantoko, menyampaikan program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat. 
Selain memberikan pelatihan, Tim Akademisi ISI Yogyakarta juga menghibahkan seperangkat Gamelan Srandul untuk mendukung keberlanjutan kesenian tersebut. Srandul merupakan teater tradisional khas Yogyakarta yang memadukan seni drama, tari, karawitan, humor, serta gambaran kehidupan masyarakat. Kesenian ini pernah populer, namun seiring perkembangan zaman Srandul semakin jarang dipentaskan. 
Upaya menghidupkan kembali Srandul mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Bumen. Hal ini ditunjukkan melalui pementasan hasil pelatihan yang melibatkan pemain dari berbagai generasi. Menurut Basiran, kesenian Srandul di Bumen, Purbayan, telah berjalan hingga empat generasi dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda. 

"Yang penting adalah generasi muda itu mau melestarikan budaya bangsa yang sangat adiluhung, peninggalan leluhur yang sangat baik sekali. Tapi sayangnya, memang sekarang itu zamannya zaman modern. Tantangan dan juga kendalanya banyak sekali, maka dari itu yang namanya tradisi itu harus dipertahankan" ujar Basiran selaku Seniman Kampung Bumen. 


Dalam pementasan kali ini, cerita yang diangkat berasal dari Babad Jenggala dengan judul Kethek Ogleng. Basiran menyebut, upaya menghidupkan kembali Srandul di Bumen telah dimulai sejak tahun 1980 sebagai seni tradisi religius. 
Reporter: Delly RBTVPenyunting Artikel: Lindah