SLEMAN - Memperingati hari batik, Kagama batik menggelar seminar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa.

Peringatan hari batik tidak sekadar menjadi perayaan atas keindahan kain tradisional, tetapi juga momentum untuk menggali kembali nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang melekat di dalamnya. Melalui seminar ini, para tamu undangan, pecinta batik, pemerhati batik, serta masyarakat berkumpul untuk berbagi wawasan dan memperkuat kepedulian terhadap keberadaan batik sebagai bagian dari identitas bangsa.

Dalam forum ini, batik dibahas tidak hanya dari sisi seni dan keindahan motif, tetapi juga sebagai pengetahuan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap motif memiliki karakter dan latar belakang budaya tersendiri.

Seminar ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai batik, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan tradisi membatik. Pelestarian batik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi, perajin, komunitas, hingga generasi muda. Dengan demikian, warisan budaya ini dapat terus hidup dan berkembang mengikuti perubahan zaman, tanpa kehilangan jati dirinya.

“Tentang bicara tentang batik, di situ saya meleburkan diri untuk menjelaskan bahwa kalau batik tulis seperti ini, printing batik seperti ini. Untuk selaku UMKM, itu se yogya juga mestinya memakai batik tulis atau cap, itu baru bisa dibilang batik tulis. Nah, dengan dengan dari batik ini, ya, seperti itu, bahwa biar anak terutama generasi sekarang tahu membedakannya” ujar Sumardi selaku pelaku UMKM Batik.

Dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, semangat merawat batik kembali ditegaskan. Bukan sekadar kain bermotif, batik merupakan warisan budaya yang perlu dipahami, dihargai, dan diteruskan kepada generasi mendatang.

 

Reporter: WIDI RBTV

Peyunting: Kirani Saragih