YOGYAKARTA - Sepatu yang dikenakan seharian mungkin terasa nyaman saat beraktivitas. Namun, ketika dilepas, bau tak sedap terkadang langsung tercium. Masalah ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya bakteri atau jamur yang berkembang di lingkungan lembap.

Kaki bau atau bromodosis terjadi ketika bakteri menguraikan keringat dan menghasilkan bau tidak sedap. Mengutip Cleveland Clinic melalui Kompas.com, kondisi hangat, lembap, dan gelap di dalam sepatu menjadi lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang.

Penyebabnya bukan hanya kebersihan kaki. Keringat berlebih, aktivitas fisik, stres, perubahan hormon, hingga infeksi jamur seperti athlete's foot dapat memicu bau. Luka, lepuhan, dan infeksi bakteri juga perlu diwaspadai.

Pada penderita diabetes, kesehatan kaki perlu mendapat perhatian lebih. Penurunan sensasi pada kaki dapat membuat luka tidak disadari sehingga berisiko berkembang menjadi infeksi. Karena itu, bau yang terus berulang, terutama jika disertai luka atau perubahan kondisi kulit, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Langkah sederhana dapat dimulai dengan menjaga kaki tetap bersih dan kering. Gunakan kaus kaki yang mampu menyerap atau mengelola kelembapan, serta ganti jika sudah basah oleh keringat.

Sepatu juga perlu dikeringkan sebelum digunakan kembali. Menggunakan sepatu secara bergantian dapat memberikan waktu agar bagian dalamnya benar-benar kering. Pilih pula alas kaki yang mendukung sirkulasi udara agar kelembapan tidak terus terperangkap.

Jika bau tetap muncul meskipun kebersihan kaki sudah dijaga, jangan langsung menganggapnya sebagai masalah sepele. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan infeksi atau gangguan kesehatan tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI