YOGYAKARTA - Gangguan pencernaan seperti perut kembung, sering bersendawa, mual, hingga cepat kenyang setelah makan kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Namun, apabila gejala tersebut berlangsung terus-menerus atau disertai perubahan kondisi tubuh lainnya, masyarakat perlu mewaspadainya.
Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan keluhan tersebut adalah kanker lambung. Penyakit ini termasuk dalam lima jenis kanker dengan jumlah kasus baru tertinggi di dunia.
Mengacu pada data Global Cancer Observatory yang dikutip CNN Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 980 ribu kasus baru kanker lambung di seluruh dunia pada 2024. Pada tahun yang sama, penyakit ini juga diperkirakan menyebabkan sekitar 642 ribu kematian.
Gejala Awal Kanker Lambung yang Perlu Dikenali
Gejala kanker lambung pada tahap awal sering kali tidak terlihat jelas. Ketika muncul, keluhannya dapat menyerupai gangguan pencernaan lain, termasuk refluks asam lambung.
Mengutip National Health Service (NHS), sejumlah gejala yang perlu diperhatikan meliputi gangguan pencernaan yang berulang, sering bersendawa, cepat kenyang meski baru makan sedikit, mual atau muntah, serta menurunnya nafsu makan.
Gejala lain yang dapat muncul adalah kesulitan menelan, nyeri di perut bagian atas, penurunan berat badan tanpa disengaja, tubuh mudah lelah, dan tinja berwarna lebih gelap.
Meski demikian, gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kanker lambung. Keluhan serupa dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.
Kanker Lambung Memiliki Beberapa Jenis
Kanker lambung terdiri atas beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan sel tempat kanker bermula. Salah satu jenis yang paling umum adalah adenokarsinoma, yaitu kanker yang berkembang dari sel kelenjar pada lapisan dalam lambung.
Selain itu, terdapat tumor stroma gastrointestinal atau gastrointestinal stromal tumor (GIST), yang berkembang dari sel khusus pada dinding saluran pencernaan. Jenis lainnya adalah tumor neuroendokrin, yang berasal dari sel neuroendokrin, serta limfoma lambung yang berawal dari sel sistem kekebalan tubuh.
Perbedaan asal sel tersebut membuat pemeriksaan dan penentuan diagnosis oleh tenaga medis menjadi penting sebelum penanganan dilakukan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Masyarakat disarankan memeriksakan diri ke dokter apabila gangguan pencernaan tidak kunjung membaik, terus berulang, atau semakin memburuk. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas dan kesulitan menelan juga perlu mendapat perhatian medis.
Jangan menunda pemeriksaan jika keluhan terasa berat atau mengkhawatirkan. Tinja berwarna hitam seperti aspal, terutama jika disertai lemas, pusing, atau muntah darah, juga membutuhkan penilaian medis segera karena dapat menandakan perdarahan saluran pencernaan.
Mengenali gejala bukan berarti harus langsung mencurigai kanker setiap kali mengalami gangguan pencernaan. Namun, memperhatikan perubahan yang tidak biasa dan mencari bantuan medis ketika keluhan menetap dapat membantu seseorang memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
PENULIS ARTIKEL: DYNA MULIA SAFITRI

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai
Laporkan komentar
Pilih alasan yang paling sesuai agar redaksi dapat meninjau laporan Anda.