SLEMAN- Ratusan anggota Karang Taruna dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti sosialisasi pajak kendaraan bermotor yang digelar Yayasan Jiwa Petani Murakabi.
Sosialisasi pajak kendaraan bermotor ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda untuk taat membayar pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.
Selama ini, pembayaran pajak kendaraan bermotor dinilai masih lebih banyak dilakukan orang tua, sementara kesadaran di kalangan remaja dan pemuda masih perlu ditingkatkan. Melalui Karang Taruna, para pemuda diajak memahami pentingnya ketaatan pajak sebagai salah satu sumber pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan.
“Yang sekarang kita sosialisasikan adalah tentang pajak kendaraan. Di sini sasaran kita adalah anak muda dari Karang Truna, seperti Karang Taruna Pleret, Karang Taruna Gunungkidul, Karang Taruna Kulon Progo, dan Karang Taruna Sleman, serta ada instruktur dan KWT,” ujar Dwi Susilawati selaku Pimpinan Yayasan Jiwa Petani Murakabi.
Kegiatan yang berlangsung sehari ini menghadirkan narasumber dari Jasa Raharja, Satuan Lalu Lintas Polresta Sleman, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DIY. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai wajib pajak.
"Ini kan baru rencana, artinya belum bisa kita bicarakan, yaitu baru wacana yang katanya nanti televisi juga akan kembali dibajak. Tapi ini kan menarik bagi saya, siapa yang nonton televisi hari ini? Kecuali pas ada sepak bola atau ada apa. Dan itu kan ada mekanismenya. Kalau di negara-negara maju itu namanya televisi berbayar, artinya sudah dipajaki di situ,” ujar GM Totok Hedi Santosa selaku anggota Komisi VI DPR RI.
Reporter: WIDI RBTV
Penyiar Artikel: Widya Zahra Saharani
