KARANGANYAR, JAWA TENGAH - Kebakaran hutan di Lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, meluas hingga sekitar seratus hektare. Kondisi ini menjadi perhatian petugas gabungan, menyusul sulitnya pemadaman akibat medan pegunungan yang terjal dan cuaca kering.

Api melanda kawasan hutan pinus dan ilalang. Berdasarkan pemantauan menggunakan drone termal, terdeteksi sekitar sebelas titik panas. Luas kebakaran tersebut diperkirakan setara dengan seratus empat puluh lapangan sepak bola.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan, mendatangi posko bersama penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Desa Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu, 17 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menerima laporan terkait perkembangan kebakaran, kendala pemadaman, serta kebutuhan dukungan tambahan.

Kapolda menyebut, kelalaian manusia atau human error diduga menjadi salah satu penyebab kebakaran. meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau lihat dari kita belum cek TKP, artinya apa penyebab terjadinya kebakaran, kemungkinan besar kemungkinan besar ini terjadi karena human error. Iya, human error tapi kita kan tidak bisa katakan itu karena kita belum olah TKP. Juga melokalisir, supaya tidak meluas. Nah, kita kan khawatir kenapa kita tetapkan ini status bencana. Khawatirnya  terjadi seperti tahun 2023. Yang tidak bisa kita prediksi tentang angin ini. Nanti bisa jadi sampai ke Jawa Timur. Oleh karena itu kita berupaya maksimal supaya segera ditetapkan statusnya” ujar Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan selaku Kapolda Jawa Tengah.

Kondisi kemarau dan angin kencang meningkatkan risiko meluasnya api. Sementara itu, medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan bagi petugas untuk menjangkau titik kebakaran.

Salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah pemadaman dari udara atau water bombing.

Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran, agar api tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap kawasan hutan dapat ditekan.

Reporter: Heru Warsito RBTV

Peyunting: Kirani Saragih