YOGYAKARTA - Aktivitas minum teh kini tidak hanya menjadi kebiasaan rumah tangga, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas ruang publik. Kawasan lereng Gunung Merapi, khususnya di area Kaliurang, menjadi salah satu wilayah yang banyak dihinggapi keberadaan kedai teh berkonsep tradisional.
Kedai-kedai teh di kawasan tersebut umumnya memanfaatkan bangunan berarsitektur Jawa atau area terbuka hijau di sekitar pemukiman warga. Suasana alam pegunungan yang sejuk disajikan sebagai latar belakang fisik bagi para pengunjung yang memesan ragam jenis seduhan daun teh lokal.
Sajian teh yang ditawarkan umumnya berbasis teh tubruk dengan metode penyeduhan menggunakan poci tanah liat. Pengunjung diberikan opsi untuk menikmati seduhan teh murni tanpa gula maupun menggunakan gula batu sesuai preferensi masing-masing.
Selain menyajikan ragam seduhan teh lokal DIY dan Jawa Tengah, keberadaan lokasi poci teh ini turut menggerakkan perekonomian warga sekitar. Warga setempat banyak dilibatkan dalam penyediaan kudapan tradisional pendamping teh, seperti pisang goreng dan tempe mendoan.
Aktivitas menikmati teh di kawasan pesisir lereng Merapi ini rutin dipadati pengunjung pada akhir pekan. Keberadaan ruang-ruang minum teh ini menambah pilihan destinasi tempat bersantai bagi masyarakat perkotaan.
Penulis Artikel: Lindah Oktarina
