BANTUL - Dampak kemarau membuat puluhan kepala keluarga di Selopamioro, Imogiri, Bantul, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Debit sumber mata air Wonosari yang selama ini menjadi andalan warga terus menyusut dan tak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga serta pertanian.
Padukuhan Kalidadap Satu, Desa Selopamioro, menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Sekitar 80 KK yang biasanya mengalirkan air dari sumber mata air menggunakan selang ke rumah, kini harus menjalani sistem penjadwalan agar air dapat terbagi merata.
Setiap hari, warga harus mengantre dua hingga tiga kali di sumber mata air, untuk memasang dan memindahkan selang. Pengambilan air dilakukan secara bersama pada pagi, siang, dan sore hari. Pasalnya, setelah satu jam, air di sumber bisa habis dan warga harus menunggu beberapa jam hingga sumber kembali terisi.
“Musim kemarau kita menunggu sampai 2 atau 3 jam baru bisa mengalirkan air ini, setiap kali mengalir ya cukup tidak cukup, gimana nanti kita tunggu 3 jam paling nanti 1 jam sudah harus tunggu lagi” ujar Nur Dayati selaku warga.
“Tidak usah rebutan, saya yang atur, kalau airnya tidak mampu dipakai rebutan saya tidak boleh” ujar Eno Wiyoto selaku warga.
Warga mengaku kondisi seperti ini hampir terjadi setiap musim kemarau, dan akan semakin parah jika kemarau berlangsung panjang. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, air sumber mata air Wonosari juga digunakan untuk pertanian. Warga pun berharap pemerintah memberikan bantuan droping air bersih untuk meringankan kesulitan yang mereka alami.
