KULON PROGO - Musim kemarau panjang membuat warga Pedukuhan Sekaro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, kesulitan mendapatkan air bersih. Sejak Agustus, sumber mata air dan sumur yang selama ini menjadi andalan warga, mulai mongering.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Pedukuhan Sekaro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo, terpaksa mencari sumber air lain hingga ke desa sebelah, dengan jarak lebih dari tiga kilometer.
Selain itu, warga juga mengandalkan bantuan dropping air bersih yang disalurkan secara berkala. Namun, debit sumber air yang masih tersedia terbatas, sementara jarak antar penyaluran bantuan tidak selalu sama.
“Selama musim kemarau sejak Agustus, air sangat susah didapat. Biasanya,
kami harus mencari air hingga lebih dari tiga kilometer” ucap Tukiyem selaku
Warga
Krisis air bersih ini tak hanya terjadi di Girimulyo, tetapi juga melanda lima Kapanewon lain di Kulon Progo, yaitu Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Nanggulan, dan Pengasih. Kekeringan di kawasan perbukitan menoreh membuat akses air bersih menjadi tantangan bagi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, warga berharap musim hujan segera tiba, agar sumber-sumber air kembali terisi dan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi tanpa terus bergantung pada bantuan.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini
