Kopi menjadi minuman favorit banyak anak muda untuk menemani aktivitas kuliah, mengerjakan tugas, hingga bekerja. Di sisi lain, meningkatnya minat terhadap kebugaran membuat kombinasi kopi dan makanan berprotein mulai menarik perhatian.
Protein berperan penting dalam pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk otot setelah melakukan aktivitas fisik. Sementara itu, kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan pada sebagian orang. Meski demikian, respons tubuh terhadap kafein dapat berbeda-beda.
Bagi mahasiswa yang ingin mulai berolahraga, kebutuhan nutrisi sebaiknya tetap dipenuhi melalui pola makan yang beragam. Telur, tahu, tempe, ikan, susu, dan kacang-kacangan dapat menjadi sumber protein sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Kopi bukan keharusan sebelum berolahraga. Orang yang sensitif terhadap kafein dapat mengalami jantung berdebar, gelisah, atau kesulitan tidur. Konsumsi kopi menjelang waktu tidur sebaiknya dihindari apabila mengganggu istirahat.
Kombinasi kopi dan protein pun tidak otomatis membuat seseorang lebih sehat atau membentuk otot tanpa latihan yang sesuai. Aktivitas fisik teratur, asupan gizi seimbang, hidrasi, dan tidur cukup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran.
penulis artikel: Kirani Saragih
