SOLO - Pemerintah Kota Surakarta mendorong Kota Solo, untuk menjadi center of knowledge. Tak hanya lewat pendidikan formal, upaya tersebut dilakukan lewat ruang dan aktivitas publik. Hal tersebut disampaikan, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, usai menjadi pembicara, di rangkaian acara Solo Literacy Festival atau Festival Literasi Solo 2026
Astrid menyampaikan gagasan, untuk mendorong Solo, sebagai center of
knowledge, atau pusat pengetahuan. Menurutnya potensi tersebut, didukung
keberadaan sejumlah museum, Perguruan Tinggi, serta ruang edukatif, di Kota
Solo.
Astrid menilai, hal tersebut tidak hanya, menjadi sumber pengetahuan formal,
namun juga menghubungkan, budaya dan Sejarah, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapannya Solo tidak hanya dikenal, sebagai kota wisata, namun juga memberikan
pengalaman belajar kepada wisatawan.
“Solo ingin kami dorong sebagai kota pusat pereferensi atau Solo the center of knowledge dengan banyaknya museum dan universitas, yang tentunya ini tidqk hanya sebatas pengetahuan formal saja, tetapi bagaimana bisa menjadikan satu budaya sebagai bagian dari nilai atau aktivitas kehidupan sehari-hari untuk bisa dijadikan sumber pembelajaran sehingga semua yang datang ke Solo tidak hanya untuk wisata tetapi juga untuk belajar” ujar Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Surakarta
Sebelumnya, Festival Literasi Solo 2026 digelar tiga hari, di Rumah Kebudayaan, Ndalem Joyokusuman, Kota Solo. Festival ini menjadi salah satu upaya Solo menjadi pusat pengetahuan.
Reporer: RIZKI BUDI PRATAMA, RBTV
Penyunting Artikel: Purnasari Nuraini.
