YOGYAKARTA - Niat membuka media sosial selama lima menit sebelum tidur sering kali berakhir dengan waktu yang jauh lebih lama. Video pendek, percakapan di grup, dan notifikasi yang terus muncul dapat membuat seseorang menunda waktu istirahat tanpa menyadarinya.

Kebiasaan seperti ini harus diperhatikan karena tidur berperan penting dalam menjaga konsentrasi, suasana hati, dan kebugaran tubuh.

Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan, menyelesaikan pekerjaan, atau berkendara. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan.

Generasi Z dapat mulai memperbaiki kebiasaan tidur dengan menentukan waktu istirahat yang konsisten. Meletakkan ponsel sedikit lebih jauh dari tempat tidur, mengurangi notifikasi pada malam hari, dan menyelesaikan tugas lebih awal juga dapat membantu.

Tidur bukan waktu yang terbuang karena tubuh membutuhkan kesempatan untuk memulihkan diri setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Dengan mengatur penggunaan ponsel, anak muda dapat menikmati hiburan digital tanpa terus-menerus mengorbankan waktu istirahat.

Kebutuhan tidur umumnya berkisar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kebutuhan setiap orang berbeda-beda, tetapi menjaga jadwal tidur yang teratur merupakan langkah penting untuk mendukung kualitas istirahat.

Kebiasaan tidur yang sehat tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Mengurangi waktu scrolling secara bertahap dan menetapkan jam tidur yang konsisten dapat menjadi langkah awal.

 penulis artikel: Kirani saragih