KULON PROGO - Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu tangki air dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan bambu di Komplek Perumahan Giripeni, Kulon Progo. Api sempat membesar dan mendekati permukiman memicu kepanikan warga.
Kebakaran lahan bambu di Komplek Perumahan Giripeni, Kulon Progo, terjadi Kamis siang, saat kondisi lahan kering akibat musim kemarau, ditambah tiupan angin cukup kencang.
Api dengan cepat merembet membakar rumpun bambu di sekitar perumahan. Warga yang mengetahui kebakaran langsung berupaya memadamkan api. Namun, kondisi medan yang curam dan lokasi yang berada di tepi sungai menyulitkan proses pemadaman.
“Penyebabnya kita belum tahu, tapi sepertinya orang bakar sampah, itu belum pasti, kemungkinan, tetapi baru diduga seperti itu” ujar Hendrikus Purnomo selaku warga.
Petugas pemadam kebakaran bersama PMI Kulon Progo kemudian berupaya melokalisir titik api agar tidak merembet ke rumah warga.
Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan kering. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Sebenarnya untuk tingkat kesulitan tidak begitu sulit, karena pemukiman ini di tepi sungai, kebetulan pagar di samping tinggi dan di bawahnya sungai, itu bisa diatasi” ujar Purwaka selaku Koordinator Lapangan Damkarmat Kulon Progo.
Warga diimbau tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup kencang, karena dapat memicu kebakaran meluas.
Reporter : Bagas RBTV
Penyunting Artikel : Danish
