BANTUL - Berawal dari permintaan seorang keponakan di Jakarta, Isnaini, warga Mayungan 2, Sanden Bantul, mengembangkan lemper tradisional menjadi produk frozen, yang praktis dan tahan lama.

Sejak 2024, Isnaini mulai mencoba membuat lemper dalam bentuk beku. Setelah melalui sejumlah percobaan, Ia berhasil menghasilkan lemper yang tetap rapi dan nikmat meski telah disimpan di dalam freezer. 

Proses pembuatannya hampir sama dengan lemper biasa. Setelah dibungkus daun, lemper didinginkan di dalam kulkas sekitar dua jam hingga teksturnya mengeras, kemudian dikemas menggunakan metode vakum dan disimpan di freezer.

Tanpa menggunakan bahan pengawet, lemper frozen tersebut dapat bertahan hingga sekitar satu bulan. Satu kemasan berisi sepuluh buah lemper dijual dengan harga 30 ribu rupiah.

Pemasarannya kini tak hanya menjangkau Sanden dan Bantul, tetapi juga telah dikirim ke sejumlah daerah, seperti Kalimantan dan Jambi. Bahkan, lemper buatan Isnaini telah sampai ke Australia.

Inovasi ini membuktikan makanan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk praktis, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ke mancanegara. 

“Saudara dari Jakarta minta dibuatin, saya juga belum pernah buat, akhirnya mencari tahu, dan akhirnya jadilah lemper frozen ini. Kalau di freezer satu bulan tidak apa-apa” ujar Isnaini selaku pembuat lemper frozen.

Reporter : Delly RBTV

Penyunting Artikel : Danish