Solo-Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melakukan kunjungan kerja, di Kota Solo, Jawa Tengah. Salah satu agenda Mendag, yaitu meninjau SPPG. 

Mendag Budi Santoso, mendatangi SPPG Semanggi 2, Kota Solo. Dirinya melihat langsung, proses penyiapan menu makan bergizi gratis, di SPPG tersebut.

Usai peninjauan, Budi memberikan apresiasinya, terkait peningkatan pengolahan makanan. salah satunya menggunakan sinar uv, sebelum makanan dibagikan kepada para siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui.


“setelah selesai masak, masuk di ompreng, ompreng dimasuki ke siler sinar uv untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak, setelah itu di segel. ini di segel plastik, jadi setelah di masukin disegel itu dijamin bahwa ompreng ini dari masuk hingga sampai dikonsumsi anak-anak  ini sehat, dan tidak ada yang rusak. kalau sampai plastik ini rusak, tidak boleh di konsumsi atau tidak boleh diterima harus kita tarik ulang. jadi saya pikir tanggung jawab yang luar biasa bagi SPPG , ini bisa menjadi contoh SPPG  yang lain”  ungkap Budi Santoso, Menteri Perdagangan RI.

Selain teknologi sinar uv, pengelola SPPG  Semanggi 2, juga menggunakan chiller, untuk pendingin makanan. teknologi ini digunakan, agar makanan semakin aman dikonsumsi.

“Kalau disini itu makanan setelah dimasak, dimasukkan ke ruang chiller jadinya SPPG  kami itu baru dibangun ruang chiller, jadi ada satu ruangan digunakkan untuk mendinginkkan makanan.  jadinya efektif  juga, itu soalnya kami tiga ribu lima puluh lima porsi. mulai masaknya itu jam dua, jadi untuk pendinginnya dimaksimalkan secara cepat, tiga puluh menit itu sudah dingin karena ada ruang sealernya , ada ruang bersihnya”  ungkap Diansari Kusumadewi, Kepala SPPG Semanggi 2.

Setiap hari, SPPG  ini memproduksi, tiga ribu lima puluh lima porsi mbg, untuk 5  sekolah dan 2 posyandu di Solo. Penggunaan teknologi di SPPG  ini, menjadi berita baik, di tengah maraknya kabar, siswa di sejumlah daerah, keracunan diduga akibat mengkonsumsi mbg.

 

Reporter: Rizki Budi Pratama, RBTV.

Penyunting: Kirani