Yogyakarta – Istilah “Superflu” atau Influenza A H3N2 Subclade K mendadak ramai diperbincangkan.Menanggapi hal tersebut, dr. Hamidah Yuliati, MMR dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Secara medis, istilah “Superflu” sebenarnya hanyalah sebutan awam untuk virus Influenza A H3N2 Subclade K. Meski namanya terdengar menakutkan, dr. Yuli menegaskan bahwa virus ini bukanlah penyakit yang mematikan. Karakternya kurang lebih sama seperti flu musiman yang sering kita jumpai sehari-hari. Selama daya tahan tubuh kita lagi bagus, virus ini pada dasarnya bisa sembuh sendiri (self-limiting disease). 

Terkait penyebarannya, Kementerian Kesehatan sempat mendeteksi kasus superflu di beberapa daerah Indonesia, dengan jumlah laporan terbanyak berasal dari Jawa Timur. Namun, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kondisinya tergolong sangat aman. Tercatat hanya ada satu kasus yang ditemukan dan itu pun sudah berlalu beberapa bulan lalu. Khusus di Kabupaten Sleman, dr. Yuli menginformasikan bahwa sejauh ini tidak ada satu pun kasus superflu yang ditemukan.

Dari segi gejala, superflu sebenarnya sangat mirip dengan flu biasa pada umumnya. Penderitanya mengalami demam, batuk, tenggorokan gatal atau sakit, hidung meler, serta bersin berulang kali. Selain itu, rasa pegal-pegal di seluruh badan, sakit kepala, dan tubuh yang terasa cepat lelah. Bagi masyarakat dengan kondisi fisik yang kuat, gejala-gejala ini biasanya akan mereda dan sembuh dengan sendirinya cukup melalui istirahat yang cukup. Meski begitu, perlindungan ekstra tetap diperlukan bagi kelompok yang rentan mengalami komplikasi berat, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak atau balita, atau individu yang memiliki penyakit seperti asma, diabetes, atau riwayat penyakit jantung.

Daripada pusing dan cemas yang berlebihan akibat banyaknya berita simpang siur yang berada di media sosial saat ini, kunci utamanya terletak pada tindakan pencegahan secara mandiri sehari-hari. Pertama, mempunyai kesadaran diri saat flu agar tidak menulari orang di sekitar dan terapkan etika batuk yang benar. Kedua, jadikan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun atau membawa hand sanitizer kecil sebagai hal wajib, mengingat virus paling sering berpindah saat kita menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.

Selain kebersihan, stamina tubuh juga harus dijaga secara menyeluruh. Usahakan untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga ringan, lalu imbangi dengan pola makan yang bergizi, kecukupan air putih, serta tidur yang teratur. Jika memiliki kesempatan dan anggaran yang lebih, menerima vaksinasi influenza juga sangat dianjurkan. Meskipun vaksin tidak menjamin perlindungan secara menyeluruh atau 100% dari infeksi, keberadaannya terbukti ampuh meringankan gejala dan mempercepat untuk masa pemulihan. Kesimpulannya, kuncinya sangat sederhana: tetap tenang, cermat menyaring informasi, dan konsisten untuk menjaga daya tahan tubuh setiap hari.


Penulis Artikel: Zahra