Di sebuah rumah sederhana di Tirto-Adi, Mlati, Sleman, ada satu tempat makan sederhana yang siap membantu meredakan lapar di malam hari. Bubur malam Mbah Sadiyo. Tempat makan ini buka dari jam tujuh malam hingga dini hari.

Dari dapur sederhana ini, tersaji menu khas bubur dengan lauk pendamping yang beragam. Pembeli pun juga beragam. Sebagian besar kalangan anak muda yang menikmati bubur di tempat.

“Dari Bubur Mbah Sadiyo, habis makan, tadi makan bubur sama capcay, mantap, kental, beda dari yang lain. Harganya standar wajar bubur malam, kalau yang lainnya beda-beda. Baru pertama kali mencoba, dari tiktok penasaran” ujar Dika selaku pembeli.

Bubur di tempat ini dijajakan dengan harga mulai 10.000 rupiah per porsi, hingga 20.000 rupiah per porsi, tergantung lauk pendamping yang dipilih. Selain bubur, pembeli juga bisa memilih nasi yang juga disediakan di tempat ini. 

Usaha ini sudah dilakoni Mbah Sadiyo sejak 30 tahun lalu. Mulanya, Sadiyo berjualan di depan rumahnya. Namun lantaran tak lagi muda dan memiliki banyak tenaga, banyak pelanggannya menyarankan agar Sadiyo menjajakan dagangannya di dalam dapur. 

Konsep inilah yang kemudian dipertahankan Sadiyo hingga kini. Dibantu anak dan cucunya, Sadiyo masih semangat menyiapkan masing-masing menu hingga melayani pelanggan.

“Ini sudah 30 tahun. iya saya sendiri yang masak. ati ampela, kepala, ada lele, ikan asin, telur. tidak cuman saya. ya di dapur ini. dulu awalnya di luar, ada yang datang ke sini bilang, nggak usah di luar angkat angkat, di dalam dapur saja, begitu. tapi tempat saya kotor, masak pakai kayu, ya yang saya cari itu, begitu. awal dulu tiha ribu. skrg 12 ribu. ini dibantu cucu dan anak. sore gini saya sendiri. saya kalau bikin bubur 2,5 kg. nggak bisa ngitung porsinya. dr kulon progo ada piyungan ada, bantul banyak, turi tempel ada wrdari jalan kaliurang solo juga ada” ujar Mbah Sadiyo selaku penjual bubur malam.

Reporter : Widi RBTV

Penyunting Artikel : Danish