SLEMAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan perluasan lahan pengembangan kedelai hingga lima ribu hektare pada tahun depan. Langkah ini dilakukan setelah produksi kedelai dinilai menjanjikan, dengan produktivitas sekitar tiga ton per hektare.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau Pusat Inovasi Agrotechnopark UGM di Berbah, Sleman, pada hari Kamis. Dalam kunjungan tersebut, Mentan melihat langsung pengembangan tanaman padi Gamagora, kakao, dan kedelai lokal. Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan senilai 7,7 miliar rupiah kepada UGM untuk pengembangan, penyediaan, dan penyaluran ketiga varietas tersebut.
Khusus kedelai, Mentan Amran menargetkan perluasan lahan hingga lima ribu hektare pada tahun depan. Kementan dan UGM sendiri telah sepakat untuk menambah luasan lahan kedelai sebanyak dua ribu hektare pada tahun 2027. Hasil produksi kedelai dinilai menjanjikan dengan produktivitas mencapai 2,6 hingga 3,2 ton per hektare, dengan harapan produktivitas kedelai lokal stabil di angka tiga ton per hektare demi menjaga ketahanan pangan.
"Hari ini sudah membuahkan hasil di mana produksi kedelai bisa minimal 2,6 hingga 3,2 ton, tapi kami minta bila perlu di atas 3 ton. Pihak apa pun yang terjadi, insyaAllah tahun depan kami sudah tanda tangan kesepakatan dengan UGM 2.000 hektare, tapi kalau mampu 5.000 hektare kami siapkan anggarannya. Hari ini kami serahkan untuk tahun ini 7,7 miliar" ujar Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian.
Selain kedelai, Mentan Amran juga meminta agar penyaluran padi Gamagora diperluas dari yang saat ini senilai 2,7 miliar rupiah menjadi 10 miliar rupiah.
Reporter: Widi RBTV
Penyunting Artikel: Lindah
