SLEMAN- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan lunak atau soft power untuk memperkuat kerja sama dan menjaga perdamaian antarnegara, khususnya di kawasan Pasifik. Menurutnya, Indonesia dan negara-negara Pasifik memiliki akar sejarah serta keterikatan budaya yang sangat erat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri seminar internasional bertajuk Beyond Cultural Exchange di Auditorium Sugondo, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program Indonesia Pacific Cultural Connect yang melibatkan delegasi negara-negara kawasan Pasifik serta sembilan perwakilan provinsi di Indonesia.
Fadli Zon menyebut kesamaan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik dapat dilihat dari berbagai tradisi, salah satunya budaya bakar batu di Papua. Selain itu, keberadaan diaspora Indonesia di sejumlah wilayah, seperti New Caledonia dan Fiji, juga menjadi bagian penting dari keterikatan antarmasyarakat.
Berbagai kesamaan tersebut dinilai perlu lebih sering dipertemukan dan didialogkan melalui pertukaran budaya. Langkah ini penting untuk memperkuat saling pengertian, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman akibat kurangnya komunikasi antarnegara.
"Indonesia Pacific Cultural Connect ini dihadiri oleh 8 negara Pasifik dan tentu yang utama kaitannya tentang residensi. Tahun lalu yang kita undang adalah menteri kebudayaannya beserta artis-artisnya, kalau tahun ini fokusnya pada residensi dengan peserta dari negara-negara Pasifik dan juga peserta dari Indonesia dari 9 Provinsi. Kita harapkan ini menjadi bagian yang berisi bentuk dukungan kerja sama Indonesia dengan negara Pasifik lainnya" ujar Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan.
Melalui dialog dan kerja sama kebudayaan ini, Indonesia diharapkan dapat terus mempererat hubungan dengan negara-negara Pasifik, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai jembatan untuk membangun kerja sama dan menjaga perdamaian di kawasan.
Reporter: Widi RBTV
Penyunting Artikel: Lindah
