YOGYAKARTA - Kondisi cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam beberapa waktu terakhir ditandai dengan sengatan terik matahari yang cukup tinggi sejak pagi hingga siang hari. Fenomena suhu udara panas dan tutupan awan yang minim ini merupakan dampak dari tingginya intensitas paparan sinar ultraviolet (UV) selama periode musim kering. 

Suhu udara yang meningkat mendorong warga dan wisatawan yang beraktivitas di ruang terbuka untuk lebih cermat dalam melindungi diri. Penggunaan pakaian berbahan ringan, kacamata hitam, pelindung kepala, hingga pengaplikasian tabir surya (sunscreen) menjadi perlengkapan harian wajib guna mencegah iritasi kulit dan sengatan panas (heat exhaustion).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan harian agar terhindar dari dehidrasi di tengah paparan suhu panas harian. Selain itu, warga juga disarankan untuk membatasi aktivitas fisik yang berlebihan di bawah paparan sinar matahari langsung pada puncaknya pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

Langkah-langkah antisipasi mandiri ini krusial diterapkan agar mobilitas harian warga tetap berjalan lancar. Sikap tanggap terhadap perubahan cuaca menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan fisik di sepanjang musim kering ini.


Penulis Artikel: Lindah Oktarina