BANTUL - Sebagai wujud syukur sekaligus komitmen melestarikan tradisi budaya, warga Padukuhan Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, kembali menggelar Merti Dusun. Tahun 2026 ini, memasuki penyelenggaraan ke-9, dengan keterlibatan aktif kalangan muda.

Puncak Merti Dusun Cepokojajar ditandai dengan kirab budaya, yang mengarak pusaka, tanaman bunga cepoko, serta gunungan hasil bumi. Kirab diawali Bregada Prajurit yang membawa pusaka dan bunga cepoko sebagai salah satu identitas lokal, kemudian diikuti kelompok peserta dari 11 wilayah RT.

Setiap kelompok menampilkan kreativitas seni dan budaya masing-masing, dalam atraksi yang dilombakan. Hal ini membuat suasana kirab semakin meriah, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. 

Panitia menyampaikan keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, baik sebagai panitia maupun peserta kirab. Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengapresiasi warga Cepokojajar yang terus mempertahankan tradisi budaya di tengah perkembangan zaman.

Merti dusun ini tak hanya menjadi upaya pelestarian seni dan budaya, namun juga memperkuat kerukunan serta gotong royong antarwarga dan antargenerasi. Lomba display antarkelompok juga menambah semarak rangkaian acara.

“Merti Dusun Cepokojajar yang ke-9 tahun 2026, tentunya acara Merti Dusun ini kita adakan setiap tahun yaitu bersih dusun, tentunya pada hari ini kita sudah selesai untuk acara kirab budaya yang diikuti di seluruh Padukuhan Cepokojajar yang ada 11 RT di Cepokojajar, alhamdulillah sudah selesai dan ditutup dengan perebutan gunungan” ujar Akhmad Fathoni H selaku panitia.

Rangkaian Merti Dusun Cepokojajar ke-9 ditutup dengan doa kenduri yang kemudian dilanjutkan tradisi rebutan gunungan. Enam gunungan berisi hasil bumi langsung diserbu warga sesaat setelah doa kenduri selesai.

Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish