KULON PROGO - Kawasan Muara Pantai Trisik di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo, kini menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta pengamatan burung atau bird watching. Kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah untuk menyaksikan langsung beragam jenis burung migran yang singgah.
Kawasan Muara Pantai Trisik dikembangkan sebagai lokasi pengamatan burung dalam dua tahun terakhir. Selain membantu melindungi pesisir dari erosi dan abrasi, keberadaan hutan mangrove yang terus dikembangkan melalui kegiatan penanaman pohon juga menyediakan habitat dan sumber pakan bagi berbagai jenis burung.
Setiap musim migrasi, burung-burung dari kawasan Asia Pasifik singgah di wilayah ini. Puncak kedatangan burung migran berlangsung pada Agustus hingga November, sehingga menjadi waktu yang tepat bagi para pengamat untuk berkunjung.
Setidaknya 45 jenis burung migran diketahui kerap singgah di kawasan ini. Di antaranya Gajahan Erasia, Kedidi, Titian Australia, Ibis Australia, Tikusan alis putih, Mandar besar, Trinil Lumpur Asia, hingga Dara Laut Jambul. Pengunjung dapat mengamati berbagai jenis burung tersebut dengan memanfaatkan teropong maupun kamera yang disediakan pihak pengelola.
"Di lokasi ini banyak mas, hampir sekitar 45 jenis burung migran. Kalau yang lokal banyak, ada Gajahan Erasia, ada Gajahan Pengala, Gajahan Timur, terus ada Kedidi, Cerek macam-macam. Kemarin yang baru muncul di sini Titian Australia sama Tikusan alis putih" ujar Surono selaku Wakil Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Tirta Manunggal.
Untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengamati burung, pengunjung dapat menyusuri jalur trek dengan berjalan kaki atau naik ke pos pantau setinggi hampir lima meter. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berkeliling menyusuri muara dengan menaiki perahu yang telah disediakan.
"Saya kebetulan pencinta burung dan satwa. Lihat di medsos di sini banyak burung migran, ada juga burung-burung lokal yang jarang kita lihat sekitar rumah. Saya tertarik untuk datang ke sini dan bisa mengamati langsung di lokasi ini yang memang ternyata sangat kondusif" ujar Ririn selaku pengunjung.
Pengembangan kawasan Muara Pantai Trisik sebagai destinasi wisata pengamatan burung ini berhasil menarik minat pengunjung dari dalam dan luar negeri. Wisatawan mancanegara yang datang antara lain berasal dari Malaysia, India, Jepang, hingga Amerika Tengah. Kekayaan jenis burung dan ekosistem mangrove menjadi daya tarik sekaligus potensi wisata alam yang perlu terus dijaga kelestariannya.
Reporter: Bagas RBTV
Penyunting Artikel: Lindah

Komentar Pembaca
0 komentar · 0 balasan
Sampaikan pendapat dengan sopan dan sesuai fakta. Komentar tampil langsung dan dapat dimoderasi redaksi.
Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah pembaca pertama yang berkomentar.
Login dengan Google untuk mengirim komentar.
Login sebagai