KOTA YOGYAKARTA - Hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, mendapat perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan keprihatinan dan mendorong upaya pencarian dilakukan secara maksimal.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian, mengerahkan kemampuan dan sumber daya yang ada. Menurutnya, kondisi di kawasan bencana memiliki risiko tinggi dan sulit diprediksi. Karena itu, pencarian perlu dilakukan dengan perhitungan matang, termasuk memanfaatkan teknologi terbaru untuk memperluas jangkauan pencarian.
Menurut Haedar, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan resiliensi dan mitigasi bencana. Aktivitas vulkanik yang dinamis menuntut masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Menggunakan berbagai jalur, berbagai teknologi kalau diperlukan yang bisa mendeteksi hilangnya keluarga itu, karena memang musibah seperti ini memang tidak bisa diprediksi. Saya pikir juga kerja sama dengan masyarakat agar segera ada penemuan, jadi kami Muhammadiyah juga prihatin dengan musibah ini, dan kami menghimbau kita semua menyatukan potensi” ujar Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Muhammadiyah juga mendorong pemerintah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi, mematuhi level kewaspadaan, serta menaati arahan petugas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban.
