BANTUL - Museum Chocolate Monggo Kingdom di Kasihan, Bantul, terus berinovasi dengan menambah koleksi benda bersejarah tentang cokelat. Sejumlah koleksi langka kini dipamerkan, mulai dari teko cokelat berbahan porselen dan perak, cangkir porselen era kekaisaran Eropa, hingga peralatan awal pembuatan dan penyajian cokelat.
Koleksi benda bersejarah tentang cokelat di Museum Chocolate Monggo ini, merupakan bagian dari koleksi pribadi pemilik Chocolate Monggo, Thierry Detournay.
Benda-benda tersebut menjadi ruang edukasi untuk mengenal perjalanan cokelat, termasuk budaya menikmati cokelat di Eropa pada abad ke-17 hingga abad ke-20.
Setiap artefak juga menggambarkan posisi cokelat pada masanya, sebagai hidangan mewah dan prestisius di kalangan bangsawan.
Menurut Thierry Detournay, Museum Chocolate Monggo tidak hanya menjadi destinasi wisata, namun juga ruang untuk merawat dan memperkenalkan warisan budaya sejarah cokelat dunia.
“Sesuatu yang semuanya bisa tersentuh, tidak hanya anak kecil, tetapi orang tua juga akan senang melihatnya. Kami tentunya ingin museum tidak hanya jadi gudang yang menumpuk dan tidak dirawat, kami juga berusaha untuk selalu maintain dengan baik” ujar Thierry Detournay selaku owner Coklat Monggo.
Selain ruang pamer, museum ini juga dilengkapi area produksi dan shop room, yang menyediakan beragam produk cokelat.
Kehadiran koleksi baru ini diharapkan semakin memperkuat fungsi museum sebagai destinasi wisata edukasi, sekaligus memperkenalkan sejarah dan perkembangan cokelat kepada masyarakat.
Reporter : Delly RBTV
Penyunting Artikel : Danish
