YOGYAKARTA - Yogyakarta tak hanya identik dengan bangunan Keraton, Malioboro, maupun keanekaragaman wisata budayanya. Di jantung Kota Gudeg, tepatnya di Jalan Cik Di Tiro No. 5, berdiri sebuah Museum khusus yang menyimpan rekam jejak panjang sejarah pelayanan kesehatan mata di Indonesia, yakni Museum Dr. Yap Prawirohusodo.
Berada tepat di dalam kompleks RS Mata Dr. Yap, Museum ini tergolong unik karena berada di area fasilitas kesehatan yang masih aktif melayani masyarakat hingga kini. Museum ini didirikan khusus untuk mengenang jasa Dr. Yap Hong Tjoen, seorang pelopor di bidang kedokteran mata di Yogyakarta. Sepulang dari pendidikannya di Leiden, Belanda, pada 1919, Dr. Yap memulai pelayanan kesehatan mata di Gondolayu hingga akhirnya mendirikan rumah sakit yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1923.
Memasuki kawasan Museum, pengunjung dapat menyaksikan lebih dari 900 koleksi bersejarah. Koleksi tersebut tidak hanya terbatas pada peralatan medis kuno seperti alat operasi mata dan lensa ukur minus, melainkan juga barang-barang pribadi dan perabotan rumah tangga milik keluarga Dr. Yap. Mulai dari tas kerja kulit, perabotan antik, tempat tidur, hingga radio buatan Jerman turut dipajang, memberikan gambaran kehidupan personal sang dokter secara lebih dekat.
Menariknya, jejak Dr. Yap ternyata tidak hanya berpengaruh di dunia medis, tetapi juga pada sejarah Pers Nasional. Salah satu koleksi unggulan di Museum ini adalah piring penghargaan dari surat kabar Kedaulatan Rakyat. Penghargaan tersebut diberikan atas jasa Dr. Yap yang menjadi sosok di balik pemberian nama “Kedaulatan Rakyat” bagi harian legendaris asal Yogyakarta tersebut.
Bagi masyarakat yang tertarik untuk berkunjung, Museum Dr. Yap Prawirohusodo beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, serta tutup pada hari Minggu dan libur nasional. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis. Kendati demikian, calon pengunjung diimbau untuk tetap memastikan dan memeriksa kembali jadwal operasional sebelum melakukan kunjungan.
Reporter : Kheira
Penyunting Artikel : Danish
