SLEMAN - Sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, keberadaan Gunung Merapi tak lepas dari potensi kebencanaan geologi. Untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagi masyarakat, berdiri Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembangunan fasilitas edukasi ini digagas sejak tahun 2005 atas kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi DIY, serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Museum ini resmi dibuka untuk umum pada 1 Januari 2010 setelah diresmikan pada 1 Oktober 2009 silam. MGM dirancang sebagai sarana informasi, edukasi, dan mitigasi bencana Gunung Merapi serta fenomena kebumian lainnya.
Memasuki gedung pameran, pengunjung disuguhkan beragam diorama dan koleksi interaktif seputar aktivitas gunung api, erupsi, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah, hingga peralatan survei geologi. Salah satu daya tarik utamanya adalah miniatur erupsi Gunung Merapi yang menunjukkan mekanisme letusan secara visual. Selain itu, dipajang pula dokumentasi foto serta benda-benda sisa erupsi Merapi tahun 2006, seperti peralatan rumah tangga dan bangkai kendaraan bermotor yang rusak diterjang awan panas.
Guna menghadirkan pengalaman belajar yang nyata, MGM menyediakan fasilitas simulator gempa yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung sensasi getaran gempa bumi secara aman. Tersedia pula ruang pemutaran film edukasi yang menayangkan audio-visual perjalanan aktivitas dan sejarah erupsi Gunung Merapi.
Berdasarkan informasi resmi pengelola, Museum Gunungapi Merapi beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00–15.30 WIB (khusus hari Jumat tutup lebih awal pukul 14.30 WIB), sedangkan hari Senin museum libur. Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara.
Reporter : Kheira
Penyunting Artikel : Danish
