YOGYAKARTA - Semangat kebaikan dan kebersaamaan tergambar dalam gelaran Padhang  Bulan Fest 2026. Ribuan masyarakat memadati festival yang memadukan dakwah, seni, hingga ekonomi kreatif.
Digelar selama dua hari,19 hingga 20 September 2026, Padhang Bulan Fest menjadi bagian dari rangkaian semarak HUT Ke-270 Kota Yogyakarta. Sejak hari pertama, pengunjung memadati Jogja Expo Center, menikmati berbagai kegiatan keagamaan, seni, dan hiburan.
Festival ini mengusung pesan agar kebaikan tidak ditunda. Pesan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas dakwah, pengurus mesjid, pondok pesantren, hingga berbagai komponen masyarakat.

" Kegiatan yang strategis dalam rangka membina dakwah Islam, dan pengembangan ekonomi di daerahh Istimewa Yogyakarta ini.
Oleh karena itu, tentunya semua elemen baik pemerintah, maupun lembaga-lembaga keagamaan harus  bergantung penuh sepenuhnya. Karena itu merupakan pembinaan yang perlu diberikan kepada masyarakat, dan anak muda kita." Ujar Sukri Fadholi selaku ulama Yogyakarta.

Tak hanya menghadirkan kegiatan keagaman dan seni, festival ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Lebih dari 100 stan UMKM Yogyakarta turut meramaikan festival, sekaligus memanfaatkan ramainya pengunjung untuk meningkatkan transaksi dan memperluas pasar. 

" Jadi kenapa namanya berganti ganti, karena kita ingin ada narasi. Apa filolsofinya yang perlu kita ganti, dan itu sebagai penyemangat kita yang ada di Jogja ini. Dan event ini menjadi eventnya hari-harian dakwah di wilayah Jogja. Di dalam event ini sering ada punya lembaga, tercatat ada 16 lembaga." ujar M. Akhid Subiyanto selaku Ketua Panitia Penyelenggara.

Padhang Bulan Fest 2026 pada akhirnya tak hanya menjadi perayaan, namun juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat. Nilai keagamaan, kesenian, kebersamaan, dan ekonomi kreatif, berpadu dalam satu gelaran.
Reporter: Agung RBTVPenyunting Artikel: Widya Zahra saharani