SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengikuti panen raya jagung di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dirinya menyebut, produksi jagung di Jawa Tengah, menopang kebutuhan nasional.
Berdasarkan data BPS, produksi jagung di Jawa Tengah, 2025, mencapai sekitar, 3,7 juta ton. sedangkan, 2026 ini, per September sudah mencapai, 2,86 juta ton.
Usai melakukan panen raya jagung, di Desa Karanganyar, Weru, Sukoharjo, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengklaim bahwa Jawa Tengah, sebagai lumbung jagung nasional.
Luthfi mengatakan akan menjaga capaian ini, lewat kepastian lahan, air, pupuk, benih hingga Alat Mesin Pertanian (Alsintan), bagi para petani.
"Hari ini kita melalukan ulangi panen raya jagung, jadi jagung di Jawa Tengah tetap kita menegakkan Jawa Tengah sebagai lubuk pangan nasional terkaitnya tidak padi tapi jagung 2025 kemarin kita 3,7 juta Ton ini 17,5 persen jagung nasional dari Jawa Tengah kemudian untuk ditahun 2026 ini dari bulan Januari sampai dengan September sudah 2,68 juta ton artinya insya alah kita sanggup nanti bulan Oktober memenuhi target nasional" ujar Ahmad Luthfi selaku Gubernur Jateng.
Sementara itu, petani di Sukoharjo, mengaku bukan tanpa masalah. mereka mengeluhkan masalah air, saat kemarau panjang seperti sekarang.
"Saat ini di Kelompok Tani-tani Mulyo para petani menanam padi istilahnya gadu, yang tahun ini memang ada kendala yang sangat berat terutama air. Walaupun kemarin tahun 2025 itu sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sumur dalam tapi baru proses selesai hari ini belum bisa dimaksimalkan" ujar Pitoyo selaku Perwakilan Kelompok Tani.
Panen raya jagung di Sukoharjo, dinilai sebagai capaian, agar target 3,7ton jagung, asal Jawa Tengah, dapat tercapai. Selain itu, diprediksi luasan lahan akan bertambah, memasuki musim penghujan mendatang.
Reporter: RIZKI BUDI PRATAMA, RBTV.
Peyunting: Kirani
