YOGYAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. K.H Jazuli Juwaini, meresmikan dan melantik Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Kabupaten Bantul, Sabtu kemarin.
Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi Mathla’ul Anwar secara nasional, dengan PW MA DIY menjadi pengurus wilayah ke-31 yang telah diresmikan PB Mathla’ul Anwar.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. K.H. Jazuli Juwaini, berharap kehadiran Mathla’ul Anwar di Yogyakarta semakin memperkuat peran organisasi di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Mathla’ul Anwar juga akan membangun kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam yang telah berkembang di Yogyakarta, termasuk Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
Menurut Jazuli, Mathla’ul Anwar hadir bukan untuk berkompetisi, melainkan berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan negara.
“Tapi sekarang, karena kita sudah deklarasikan dan sudah pakai sosmed disebar, orang-orang juga sudah paham kalau sudah ada MA di beberapa negara. Dan kita akan mendampingi ke depan untuk saling menguatkan dakwah yang disampaikan oleh NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya, dan kita tambah dengan Mathla’ul Anwar di situ, supaya cahayanya lebih terang,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. K.H. Jazuli Juwaini.
Jazuli juga mengapresiasi aktivitas pendidikan yang telah dijalankan PW MA DIY, di antaranya Santren School yang menaungi PAUD dan TPA Islam Terpadu di Jetis, Bantul, serta PKBM program Kejar Paket B dan C di Imogiri.
Sementara itu, Ketua PW Mathla’ul Anwar DIY, Assoc. Prof. Dr. Yuni Pratikno, menyampaikan syukur atas resminya kepengurusan PW MA DIY. Pihaknya akan melakukan konsolidasi internal dan menyusun program nyata, khususnya di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
PW MA DIY juga akan mengoptimalkan teknologi digital untuk mendukung dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial, sekaligus menjaga marwah Mathla’ul Anwar sebagai organisasi yang moderat.
Reporter: Widi RBTV
Penyunting Artikel: Widya Zahra Saharani
